|
Polusi udara terdiri dari
partikel-partikel karbon berukuran sangat kecil, yang umumnya berasal dari
kendaraan bermotor. Polusi udara tersebut akan masuk ke dalam saluran nafas
anak-anak dan akhirnya mampu mengurangi fungsi dari paru-parunya.
Sebuah laporan terbaru dalam New England Journal of Medicine,
diketahui bahwa terjadi penurunan kapasitas vital paru-paru pada anak
sebesar 13%, untuk setiap 1 mcg2 kenaikan kandungan karbon dalam
paru-parunya. Tingginya kadar karbon yang masuk tersebut berhubungan erat
dengan menurunnya kadar fungsi paru-paru.
Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan sebanyak 114 anak sehat dari
suatu kota dengan tingkat polusi udara yang cukup tinggi. Para peneliti
kemudian mengumpulkan contoh sputum (dahak) dari anak-anak tersebut dan
dilakukan tes fungsi paru-paru menggunakan spirometry. Dari sejumlah anak
yang dilakukan uji coba tersebut, hanya 64 anak yang layak diuji cobakan.
Dari contoh sputum mereka, para peneliti kemudian menilai ada tidaknya
kandungan karbon.
Para peneliti menemukan sejumlah karbon pada sejumlah sputum anak-anak dan
hal itulah yang menimbulkan menurunnya fungsi paru-paru pada anak-anak.
Untuk setiap peningkatan 1 mcg2 kandungan karbon, terjadi penurunan sekitar
17% volume ekspirasi paksa dalam satu detiknya, serta terjadi penurunan
sebanyak 13% kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital paru-paru dinilai
dengan cara secepat dan sekeras apa si anak membuang nafas.
Terjadinya penurunan fungsi paru-paru tersebut disebabkan karena banyaknya
kandungan partikel pada paru-paru anak. Hasil tersebut disimpulkan setelah
para peneliti membandingkannya berdasarkan berbagai faktor, seperti
terpaparnya asap rokok atau polusi lainnya, indeks massa tubuh dan jenis
kelamin. (New England Journal of Medicine, Juli 2006)
Sumber :
http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1029 |